Minggu, 18 Oktober 2015

esay



“SIBUK & SOK SIBUK’’
Perkenalkan Ny.Ibu.Prof,Dr.Hj Qurrotu Ayun S,.Ak bisa dipanggil yuyun,ayun,a’yun ya suka-suka deh. Sampang, 04  juni 1997 zodiaknya katanya Gemini orang paling cantik tiada tandingan, hobi hiking (tapi gak pernah hiking), makanan favorit apa aja yang penting enak, halal, dan mengenyangkan (karena tuntutan ekonomi), humoris kata teman-teman namun pendiam bagi yang baru mengenalku, aku aktif jika tidur. Cita-cita sudah pasti sukses dunia akhirat dan mati masuk surga. My dream ketua BPK_RI, punya uang triliunan, bisa bersedekah kepada ratusan kaum duafa, naik haji bersama Ibu (karena hanya Ibu yang aku punya), tetap iman dan islam .
Sampang adalah tempat tinggalku dimana tepatnya yaitu di Desa Karanganyar, Kecamatan Tambelangan. Riwayat pendidikan SDN Karanganyar 1, SMPN 1 Tambelangan, SMAN 1 Sampang. Dari beberapa sekolahku tersebut itu aku memiliki bayak teman dengan perbedaan budaya sifat, ideologis dan lain-lain dari sana aku mulai belajar menerima setiap perbedaan itu, rajin itulah yang membuat para guru mengenaliku meskipun gak aktif di organisasi .Selama aku meniti ilmu di pendidikan dari SD-SMA aku gak pernah aktif di organisasi apapun sehingga aku sangat kurang pengalaman berorganisasi, tidak dapat mengatur waktu se-efisien mungkin dan menggunakan sebaik mungkin. Namun alhamdulillah walaupun aku memiliki kekurangan aku memiliki prestasi yang bagiku sangat membanggakan dan sangat berarti. Aku juga suka membantu teman-temanku , membantu dalam arti membantu untuk tidak malas belajar dan supaya teman-temanku mikir pentingnya ilmu pendidikan bagi kita. Pengalaman yang tidak bisa terlupakan yaitu saat melakukan registrasi pendaftaran online saat di terimanya SNMPTN, begitu banyak kendala salah satunya flasdisk terformat dan data-datanya hilang saat itu pendtaran sudah hampir ditutup kurang 2 hari wah.. gak kebayang kecewanya diriku, harus mengumpulkan data-data tersebut. Maka dari itu kejadian itu tak bisa terlupakan .
Aku terlahir dari keluarga yang begitu sederhana yang sangat tidak mungkin untuk melanjutkan keperguruan tinggi, namun itu semua bisa menjadi karena Allah telah memberikan dan memudahkan jalan rizki untuk ummatnya. Universitas Trunojoyo Madura adalah salah satu pilihan universitas yang tak kusangka di sanalah awal dari perjalananku untuk mencari ilmu, dan di sanalah aku mulai memiliki pandangan untuk mulai berpartisipasi dalam suatu organisasi atau beberapa organisasi yang berada dalam naungan Universitas Trunojoyo Madura. Inilah hal yang paling aku syukuri bisa kuliah di Universitas Trunojoyo Madura dengan jalur SNMPTN-BidikMisi prodi Akuntansi, alasanku memilih jurusan akuntansi ini adalah awal dari kesukaanku pada guru Akuntansi pada saat SMA, sebuah ilmu akan bisa di kuasai, itu semua tergantung dari guru, jika guru tersebut terkesan tidak menyenangkan maka ilmu tersebut sulit untuk di pahami oleh murid.
Pertama kali menginjakkan kakiku di kampus yaitu untuk daftar ulang dan test toufl. Saat itu aku memilih untuk tinggal di Asrama Universitas Trunojoyo Madura karena di sini aku masih belum mengerti daerah disini jadi kesulitan untuk mencari kost. Awalnya sih kepikiran bangaimana aku bisa tinggal di asrama dengan orang yang baru kenal dan dari berbagai macam daerah , eh ternyata aku memiliki teman yang baik dan humoris, ada yang dari madura, magetan, bojonegoro,dan jombang. Bukan hanya berbeda daerah mereka juga berbeda fakultas dan jurusan, hanya ada satu yang sama jurusan akuntasi yang lain dari fakultas FKIP. Disana kita saling berbagi ilmu,pengalaman, dan lain-lain. Di asrama kita di tuntut untuk mengikuti semua kegiatan asrama yang meliputi :
·         Sholat berjamaah (maghrib,isyak dan subuh)
·         Sholawatan setiap malam jumat
·         Muhadharah
·         Tahlilan
·         Mudarabah
·         Sholat tahajjud jam 3 pagi setiap hari jumat
·         Mengikuti kajian setiap setelah sholat isyak
·         Senam setiap hari sabtu
·         Jam pulang yaitu jam 22:00 sudah ada d asrama
·         Dll
Itulah kegiatan atau tata tertib asrama, keberatan sih iya tapi dibalik semua itu ada hikmah yang tersembunyi yaitu sholat tepat waktu, bisa sholat tahajjud, bisa mengatur waktu kapan kita harus sholat, kapan kita harus belajar. Kendala-kendala yang saya rasakan yaitu air sering mati(tidak mengalir) tidak di perbolehkan membawa barang-barang elektronik seperti : tv,kipas angin, hitter, mejikom,printer,dll. Menjadi penduduk asrama maksimal 1 tahun kecuali menjadi pengurus (mushahil). Sangsi juga diberlakukan kepada mereka yang tidak mematuhi peraturan-peraturan yang ada d asrama. Disini saya hanya menempati selama 1 semester karena disini dikampus ini aku ingin aktif menjadi aktifis, aku merasa peraturan-peraturan di asrama menghambat saya untuk menjadi aktifis .
Mengapa aku memiliki keinginan yang sangat kuat untuk menjadi aktifis, karena aku termotivasi melihat para senior yang begitu gagahnya naik panggung dengan suara lantang pada saat ospek. Gubernur BEM FEB terutama yang bijaksana, dari sanalah aku mulai memaksa diriku untuk percaya diri, aktif, tidak malas seperti yang sebelum-sebelumnya di SMA-SMP-SD. Dorongan itu semakin menguat saat ospek fakultas yang di pegang oleh BEM FEB nah disitulah aku menemukan sosok yang sangat memotivasiku lebih kuat lagi untuk menjadi aktif di bidang akademik maupun non-akademik, aku mulai mengikuti ukm-f RATI,EFEC, dan LPM INKAMS. UKM-UKM tersebut lebih pada mengajarkan untuk menulis, berbahasa inggris, berfikir kritis, dan lain-lain. Bukan itu saja membuat aku termotivasi untuk aktif dosen-dosen yang mengajar di kelas terutama pada mata kuliah kreativitas, mentalitas dan matematika bisnis, dosen-dosen ini adalah orang-orang yang menuntutku untuk mejadi orang yang sibuk & sok sibuk , dan disitulah aku mulai mencari kesibukan. Kesibukan pertamaku yaitu menjual buku, kesibukanya yaitu setiap hari minggu harus ke Surabaya untuk membeli pesanan buku dari teman-teman . kesibukan berikutnya yaitu membuat PKM, kesibukannya yaitu pada saat meminta tanda tangan kepada pak Dekan FEB dan pak Pembantu Rektor yang harus naik turun lift di gedung rektorat Universitas Tunojoyo Madura. 



memperkenalkan madura

LUMBUNG GARAM
      Madura adalah nama sebuah pulau yang terletak di sebelah timur laut Jawa Timur. Jembatan Suramadu merupakan pintu masuk utama menuju Madura. Pulau madura terdiri dari 4 Kabupaten yaitu Bangkalan, Sampang, Pamekasan, dan Sumenep. Pulau Madura besarnya kurang lebih 5.250 km2 lebih kecil daripada Pulau Bali. untuk menuju pulau ini bisa dilalui dari jalur laut ataupun melalui jalur udara. Untuk jalur laut, bisa dilalui dari Pelabuhan Tanjung Perak di Surabaya menuju Pelabuhan Kamal di bangkalan, Selain itu juga bisa dilalui dari Pelabuhan Jangkar Situbondo menuju Pelabuhan Kalianget di Sumenep, ujung timur Madura.
      Madura dan garam ibarat garam dengan asinnya yang tidak dapat dipisah satu dengan lainnya, Madura di kenal sebagai pulau garam, karena Madura merupakan salah satu penghasil garam terbesar di Indonesia, oleh karena itu , tidak dapat di pungkiri lagi bahwa Madura dapat mensuplai hampir 50% kebutuhan garam Nasional, bahkan dulu pernah mencapai 70%.. Selain untuk konsumsi garam Madura juga dapat memenuhi kebutuhan garam industri mencapai 1,8 juta ton garam Dapat disimpulkan bahwa Madura memiliki sumber daya alam yaitu garam yang sangat luar biasa dan berpotensi untuk dapat memenuhi kebutuhan Nasional. Dari hasil test pun garam Madura layak untuk di konsumsi jadi untuk indonesia tidak perlu impor garam untuk memenuhi kebutuhan konsumsi di Indonesia karen Madura sudah bisa memproduksi garam yang sangat berkualitas, kenapa harus mengandalkan barang luar negeri terutama garam kalau dalam negeri masih memiliki potensi sumber daya alam luar biasa seprti Madura yang kaya akan garamnya sehingga menjadi lumbung garam bagi Indonesia. kristal asin yang dihasilkan oleh petani garam di Madura sangat berkualitas dan mampu mensuplai kebutuhan dalam negeri. Hampir disetiap kabupaten di Madura memproduksi kristal putih asin (garam) lebih tepatnya berada di pesisir Desa Padelegan, Pademawu, Kabupaten Pamekasan, Madura. Di Kabupaten Sampang saja, terdapat di tiga kecamatan yaitu di kecamatan Galis, Pademawu dan Tlanakan. dan ada di berberapa kecamatan yang terdapat di Madura . Keahlian-keahlian yang dimiliki para petani garam di Madura sudah tidak di ragukan lagi mereka bisa mencukupi asupan garam untuk konsumsi dan industri dalam negeri, jadi untuk indonesia tak perlu impor garam bahkan kita harus bisa ekspor garam dengan kualitas garam kita yang setara dengan garam luar negeri